Gede Pangrango Marathon 2015

Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya mengikuti kompetisi lari trail run yang menempuh jarak 21K. Awalnya, sempat ragu untuk ikut, tetapi begitu mengetahui sahabat-sahabat saya (Roy & Samhoed) juga mendaftarkan diri, saya akhirnya ikutan gabung. Ujung-ujungnya saya mengajak sahabat saya, Sandy untuk turut bergabung.

#agakribet

Hashtag ini sempat populer di kalangan kami karena memang persiapan untuk acara cukup ribet. Panitia berkali-kali mengirimkan email kepada kami yang berisi jadwal transfer uang, jadwal upload scan KTP, jadwal pengambilan racepack, dan apa saja keperluan yang harus dibawa, dsb, dsb, dst, dst…. Pokoknya banyaklah ya. Di sini kami menyebutnya #agakribet

Agak ribetnya lagi, saya yang waktu pengambilan racepack tak bisa datang sendiri, sehingga harus menguasakan kepada Sandy. Kaos bisa diwakilkan, tetapi nomor dada (BIB number) tak boleh dikuasakan. Alasannya, ada surat pernyataan yang harus ditandatangani oleh setiap peserta yang intinya Panitia bebas dari tuntutan bila peserta mengalami kematian.  (jadi ngeri ya). Tapi positifnya adalah, Panitia sangat detail dan ini menunjukkan kepedulian mereka terhadap keselamatan kami calon peserta.

Memiliki sahabat yang baik hati adalah anugerah terindah yang pernah kumiliki. (lagu sheila on 7 keleusss). Samhoed yang kaya raya dan gemar bersedekah itu menawarkan untuk menginap bersama. Ya hayuklah! saya ngikut aja pokoknya orangnya. Jadilah Sam memesan kamar untuk bertiga di Wisata Agro Inkarla. Kata Sam, tempatnya recommended!

H-2, sebelum lomba, saya dan Sandy membeli beberapa perlengkapan. Kami keliling ke Kuningan City & Kota Kasablanka. Di Kuningan City, saya membeli jaket Reebok yang sedang sale, diskon 70%. Sementara Sandy membeli celana Nike. Sementara itu, via whattsapp, saya dapat info kalau Sam sudah membeli hydrobag. Gile…. mantap bener persiapannya. kami menyelesaikan transaksi belanja di Kokas, dan beralih ngemil malam di KFC Cikini. Dari KFC Cikini, saya dan Sandy lanjut ke Alfamidi Matraman.

***

H-1 (1 Mei), bertepatan dengan May Day…. saya dan Sandy berangkat! Cussss…. kami naik bus transjakarta dari Halte Tegalan. Karena saya nggak tahu jalan, ikut ajalah ya sama idenya Sandy. kami turun di halte BNN, dan transit ke Kampung Rambutan.  Dari Kampung Rambutan, kami menantikan kedatangan bus jurusan Cianjur. Deng deng…. setelah sekian menit berlalu, muncullah bus dengan merek Marita! Yessss… kami berdua naik dan dapat posisi agak lumayan enak. (agak pewe).
Bus sempat berhenti di daerah Cileungsi. Lapar, kami berdua pun turun bersamaan dengan para penumpang lain. Kami memesan popmie sebagai pengganjal rasa lapar yang melanda. Bus melanjutkan perjalanan ke Cianjur. Sekitar jam setengah 5 sore, kami tiba di penginapan. wusss… udara segar langsung merasuk tulang. Segera saja kami makan, sholat dan mengambil BIB number.

***
SamHoed baru sampai penginapan jam 7 malam. Rupanya dia sempat tertinggal bus. ah, ada-ada aja nih anak. kalau nggak telat, ya mepet. #nunun #agakribet hahahaha… Sampai malam kami bergosip ganteng di kamar. Saya seranjang dengan SamHoed, sementara Sandy sendirian.

***

Keesokan harinya, Sabtu 2 Mei 2015, waktu yang ditunggu-tunggu tiba. Berbekal nasi goreng yang disediakan oleh pihak villa, kami berangkat menuju garis start. tak lupa kami bertiga berselfie ria di depan garis start.

Jam 6 tepat, lomba dimulai. Para peserta berbondong-bondong bak lebah meninggalkan garis start. Dan kami ikut di belakang. SamHoed jalan duluan, sedangkan saya dan Sandy santai-santai di belakang.

Medan yang berat dengan batu-batu terjal kami lewati. Pos pertama lewat, masih aman. Pos kedua, masih aman. Pos ketiga ….. ah….. Kapan ya sampai puncak? Kaki Sandy mulai kram, sementara bahu saya mulai terasa sakit. Yaaalloh, kuatkan kami…. Sekitar jam 11 siang kami sampai di Puncak Gunung Gede. Sandy mengabadikan beberapa momen dengan sentuhan tangannya yang artistik. Maaf ya, San…giliran saya yang moto, hasilnya jelek. maklum yahhh… nggak berbakat. hihi…

Kendati melewati cut off time yang ditentukan oleh Panitia, yaitu 7 Jam, saya merasa sangat bahagia karena bisa finish tanpa cedera. Terlebih lagi, sahabat saya, Sandy juga finish dengan selamat meskipun harus berdarah-darah (hahaa… enggak banyak sih darahnya), cuma lecet sedikit di lutut.  Terus terang, saya memang sangat mengkhawatirkan keadaannya selama event berlangsung karena saya yang “memaksa”nya untuk ikutan. :) Allohuakbar!

Sementara itu, dua sahabat saya yang lain, Samhoed dan Roy berhasil mendapatkan medali. Roy finish dalam waktu 5,5 jam, sedangkan Sam 7 jam 1 detik. Selamat ya, Sam & Roy!

IMG-20150502-WA0007 IMG-20150502-WA0009 IMG-20150502-WA0013

BALI, I’m Coming!

Kata sahabat saya, nanti di alam kubur kita akan ditanya sama Malaikat.

Siapa namamu? Apa agamamu? Sudah pernah ke Bali?

Hahaha….

Sepanjang 29 tahun umur saya, saya belum pernah ke Bali. Duit ada, tapi kok ya rasa-rasanya nggak begitu tertarik untuk ke sana.

Kalau tiba-tiba kamu menang kuis dan mendapatkan voucher menginap di hotel mewah, apakah kamu akan melewatkannya begitu saja?

Ya, enggaklah. Kesempatan belum tentu akan datang dua kali. Makanya, ketika saya memenangkan kuis menginap 3 hari 2 malam di Anantara Resort, akhirnya saya dan sahabat saya, Rokhman memutuskan untuk ke Bali.

Kami pun otak-atik tanggal keberangkatan. Rokhman yang memang sudah sering traveling kebagian jatah bikin itinerary,  memesan tiket pesawat, dan penginapan. Saya ngikut aja, secara pengalaman traveling saya masih minimalis.

jadilah kami berangkat ke Bali tanggal 17 Januari dan kembali ke Jakarta tanggal 20 Januari. Selama di Bali, kami mengunjungi beberapa objek wisata, antara lain Pantai Padang-Padang ()tempat lokasi syuting Eat, Pray, Love), Pantai Suluban, Pantai Pandawa, Garuda Wisnu Kencana (GWK), Pura Uluwatu, menyaksikan Tari Kecak, mengunjungi rumah kakak Rokhman di Jimbaran, dan terakhir belanja oleh-oleh di Krishna.

Tak lupa, kami berenang cantik di Infinity Pool Anantara yang mewah.

Liburan Bersama Sahabat di Kampung Halaman

Teman datang dan pergi, tetapi teman sejati selalu di hati.

A friend in need is a friend indeed.

Teman kosan saya, Riko menawarkan ide berlibur bersama teman-teman kost pada awal Desember 2014 yang lalu. Ide itu saya tanggapi dengan biasa saja karena saya seperti biasa hanya menjadi pengikut/followers. saya bilang, kamu sama Sandy bikin rencana, ajakin anak-anak yang lain. saya ngikut aja.

Selang beberapa hari, ide itu seperti nggak berkembang, ilang, menguap begitu saja.

Saya yang memang bukan perencana yang baik, akhirnya mengajukan surat cuti ke bos saya. Saya mengajukan cuti untuk tanggal 29 Desember 2014 s.d. 2 Januari 2015. itung-itung, ambil cuti 4 hari bisa dapat libur panjang, 11 hari dari tanggal 25 Desember 2014 sampai 4 Januari 2015. (catatan: tanggal 26 Desember ada cuti bersama setelah natal).

Yes….cuti saya disetujui bos.

Beberapa hari kemudian, saat berkumpul bersama Riko dan Sandy di kost, ide liburan bersama mengemuka kembali. Yaudah….kalau mau, ikut saja ke kampungku, tapi jangan berharap banyak ya…. nikmati apa yang ada.

ehehehe….

Singkat cerita, kami bertiga memesan tiket kereta jurusan Stasiun Pasar Senen – Kutoarjo kelas Bisnis untuk tanggal 30 Desember 2014. (dapat tiket Sawunggalih malam jam 19.00) dan pulangnya tanggal 2 Januari 2014 dengan kereta Malabar kelas Ekonomi jam 23.00 WIB.

Alasan kenapa kami nggak berangkat dari tanggal 25 adalah karena Riko sudah ada acara keluarga dari tanggal 24 s.d. 29 desember 2014 sementara Sandy juga sudah dirindukan kepulangannya oleh sang Ibunda tercinta di Indramayu. Saya? ya, saya harus sabar menantikan kedatangan mereka di Jakarta sampai tanggal 30. ***

Tanggal 30, tanggal yang dinantikan pun tiba.

Kami bertiga berangkat dari kost sekitar jam 5 sore dengan mencharter bajaj seharga 22ribu rupiah setelah melalui tawar-menawar yang sangat ketat.

Jalanan Matraman-Salemba lancar sore itu karena melawan arus. Namun, menjelang Stasiun Senen sangat padat. Bajaj berhenti di pintu masuk Stasiun. Waktu menujukkan pukul 18 kurang. Kami memesan makan di Es Teler 77. Yah, banyak menu yang nggak ada. kecewa ah! Sandy membeli Dunkin Donut yang akan dikasihkan ke Ibu saya. (saya aja nggak kepikiran bawain oleh-oleh buat Ibu). hahaha

Kami pun sholat maghrib di Stasiun dengan memanfaatkan fasilitas rukhsah, jama’ qashar.

***

Buat Riko, ini adlah perjalanan dengan kereta jarak jauh untuk kali pertama. Jam 7 malam, kereta berangkat…..jugijagijug….  Saya bersebelahan dengan mbak-mbak yang sepanjang 3 jam berteleponan cantik dengan pacarnya. untung aja si mbak cuma sampai di Cirebon. coba sampai di Kutoarjo…bisa capek deh..

Jam 3 pagi kereta sampai di Stasiun Kutoarjo.

Sampai di Stasiun, kami ke toilet dan langsung meluncur ke rumahku by ngojek. Hawa terasa sangat dingin menusuk kalbu. eimmm…. rupanya habis hujan.
Sampai di rumah, saya ketok pintu berkali-kali. Ibu saya masih tidur. akhirnya pintu dibukakan.

***

Hari pertama: setelah tidur-tiduran, kami agak bosan, jadinya siangnya kami memutuskan exploring Purworejo. Dari rumah, Ali (adik saya) dan Rouf (teman adik saya) mengantar kami sampai Kemiri. Di Kemiri, kami naik angkot ke Pasar Kutoarjo. Di Pasar, kami makan bakso Pak Mantep. Setelah makan, kami naik angkot jalur A menuju Alun-alun Purworejo. Kami foto-foto di Alun-alun, kemudian sholat Asar di Masjid Agung Purworejo. Selepas sholat, berfoto bersama bedug terbesar dan lanjut muter-muter sekitar Purworejo.

naik bentor ke SMA 1 Purworejo. Pulang mengejar angkot aterakhir dan diturunkan di terminal Purworejo. Nyambung bus menuju Kutoarjo. Sambung ojek ke rumah.

Hari kedua: Exploring Jogja

Berangkat pagi jam 5, kami diantar dengan 2 motor. Saya dan Riko dibonceng Ali. sementara Sandy diboncengin Lik Ri. Kami diantar sampai Stasiun kutoarjo. Dapaat tiket Prameks jam 06.10. Sampai di Stasiun Tugu Jogja, kami sholaht Dhuha dulu.

Keluar dari Stasiun kami cari sarapan di sekitar Malioboro. Pecel. Setelah sarapan, kami naik transjogja menuju Candi Prambanan,.
Sampai di Candi, foto-foto. Sholat Zuhur, kami balik lagi ke kota Jogja naik transjogja yang super antre. kami turun di halte UGM dan kemudian menuju Gudeg Yu Jum.

Pulangnya kami naik Bus siji papat siji, bertemu perempuan bohay seksi yang ketika kami masuk bus langsung bilang, “cucyooook….” kami ketawa sepanjang jalan. Sampai di Stasiun Jogja, tiket habis. kembali lagi ke jalanan, naik siji papat siji….oh, ternyata ketemu lagi dengan mbak cucyoook. emang jodoh! kami naik bus sampai Terminal Ghiwangan.

Hits….

Naik bus ekonomi seharaga 20rb ke Kutoarjo. Riko sempat berdiri, sementara saya dan Sandy dapat duduk.

Sampai di Kutoarjo jam setengah 8. cari bakso, sudah tutup semua. kami makan dulu di pecel lele dekat kali Kutoarjo. Pulangnya, kami naik ojek lagi sampai rumah.

Hari ketiga: Carter mobil

dengan mobil eko, kami berlima (saya, riko, sandy, ali, dan eko) berangkat ke Pantai Glagah sekitar jam setengah 9an.. Sampai di sana jam 10an…. foto-foto di pantai, foto di kebun buah naga, akhirnya makan bakso….kehujanan, cari masjid buat Jumatan.

Sepulang dari Pantai, kami memutuskan ke rumah Mbak saya di Loano. Ya, udah lama juga saya nggak ke tempat kakak saya. Di jalanan, kami melewati kampung mertua eko di daerah Purwodadi. Tak lupa kami mampir beli dawet ireng di pinggir sawah. angin sepoi-sepoi menerpa kami.

Sampai di rumah kakak, kakak saya bilang…ke Borobudur cuma 20 menit. Yes….. kalimat cuma 20 menit itu membangkitkan semangat Riko untuk terus melanjutkan perjalanan. jadilah kami ke borobudur.

Borobudur rupanya jadi perjalanan terakhir kami di kampung halaman sebelum ke kota tujuan selanjutnya: Bandung.

Sampai di Stasiun Bandung jam 11. Telat 5 jam dari jadwal seharusnya jam 6 pagi karena ada kecelakaan kereta di Malang. Pihak KAI sudah menginformasikan kepada kami tentang keterlambatan kereta. sayangnya infornya baru kami dpaat saat sudah tiba di stasiun kutoarjo. jadinya kami malam itu menginap di mushola stasiun. sebagai permintaan maaf, pihak KAI memberikan air mineral dan pop mie kepada kami.

Saat di mushola, eko sms berisi ucapan terima kasih dan mendoakan semoga kami menemukan jodoh masing-masing. Amin…. ya Rabb

glagahborobudur

dalam perjalanan kereta, saya diam-diam menangis…terharu atas sikap dua sahabat saya yang sudah memilih untuk menghabiskan sebagian waktu bersama saya di kampung halaman. ya, terakhir kalinya saya pulang kampung dan didatangi sahabat dari jauh adalah tahun 2009, waktu Farid, Ajar, dan tagara main untuk sekalian kondangan ke nikahan Ahmad. Sudah 6 tahun lalu ya….dan waktu itu nyarter mobil Eko juga.

stasiun selfie

Juara 1 Lomba TTS Gramedia

Awalnya saya tahu informasi lomba ini dari twitter. Saat sedang searching kuis di twitter dengan clue: “hadiah”, tiba-tiba saya menemukan Lomba TTS di akun twitter @BukuKompas. Langsung saja saya follow dan favoritin tweet mereka.

Penerbit Buku Kompas @BukuKOMPAS · Nov 3

Ajak teman, saudara, orang tua Anda untuk ikut #LombaTTS di @gramedMatraman Minggu, 09 Nov 2014, pkl 14.00. Jangan lewatkan kesempatan ini.

Penerbit Buku Kompas @BukuKOMPAS · Nov 3

Informasi #LombaTTS di @gramedMatraman 09Nop2014 pkl 14.00 hub. 021-8581763 @harianKompas @gramediabooks

Malam harinya, sepulang dari kantor, saya mampir Gramedia Matraman dan menghubungi Customer Service untuk menanyakan informasi lomba TTS. Dari Customer Service, saya mendapatkan info cara mengikuti lomba adalah dengan membeli salah satu Buku TTS Kompas edisi berapa pun. Finally, saya pun membeli BUju TTS Edisi terbaru dan segera mengisi formulir di Customer Service.

Minggu, 9 November 2014 yang lalu bertempat di Function Room Gramedia Matraman dilangsungkan Lomba TTS. Diikuti oleh sekitar 45 orang, Lomba ini merupakan lomba kedua yang saya ikuti secara live. Sebelumnya, pada tahun 2011, saya berhasil keluar sebagai juara kedua pada lomba yang sama.

Tepat pukul 14.00 WIB lomba dimulai. Pembawa acara membuka acara dengan sapaan ramah untuk mengurangi ketegangan para peserta lomba yang sudah tak sabar ingin berlomba. Sebelum dimulai, panitia membacakan syarat dan ketentuan lomba TTS. Intinya adalah pemenang lomba dinilai dari kebenaran jawaban. Jika semua peserta dapat menjawab semua pertanyaan, maka penentuan pemenang akan dinilai dari kecepatan pengumpulan jawaban. Jika tidak ada satu pun peserta yang mampu menyelesaikan semua pertanyaan dengan benar, maka penentuan pemenang akan dilakukan dengan melihat jumlah kesalahan terkecil oleh peserta.

Setelah membacakan peraturan lomba, panitia membagikan lembar TTS yang masih tertutup. Peserta boleh mengisi biodata terlebih dahulu, namun belum boleh memulai mengerjakan TTS.

Deng deng…. Sudah Siap semua???? Tiga, Dua, Satuuuu!! Lomba pun dimulai.

Format TTS benar-benar di luar ekspektasi saya. Kalau biasanya Soal mendatar ada di sebelah kiri, kali ini formatnya dibalik. Soal Menurun di sebelah kiri dan soal Mendatar di sebelah kanan.

Untung saja soal-soalnya tidak terlalu banyak. Hanya ada sekitar 20 soal mendatar dan 20 soal menurun. Dalam beberapa menit, sudah ada peserta yang mengumpulkan jawaban. Termotivasi oleh pengumpul pertama, saya pun cepet-cepet ingin menyelesaikan semua soal.

Yes…. saya jadi pengumpul kedua. Saya pun keluar ruangan dan berkumpul bersama beberapa peserta lain yang juga sudah selesai. Sambil menikmati hidangan yang disiapkan, kami sempat membahas jawaban soal TTS tadi.

Menjelang waktu Asar, saya menuju mushola Gramedia yang terletak di basement. Selesai sholat, saya berdioa semoga jawaban saya tidajk ada yang salah. Amin. Saya bertemu dengan Rio, peserta lain yang berasal dari Tebet. Kami pun terlibat perbincangan yang cukup hangat. Rio menggemari TTS sejak kecil, sama seperti saya. Hebatnya, Rio sampai pernah punya koleksi kamus kecil untuk mencatat soal-soal yang sulit.

Pukul 15.30, Panitia mengumumkan juara-juara. Juara 3: Rio Hermawan, Juara 2: Pak Teguh, dan juara 1….. dengan waktu 3 menit 58 detik. Peserta nomor urut 11. Faizin!

Alhamdulillah juara1 dapat uang tunai 1juta rupiah dan voucher belanja di Gramedia senilai 500ribu rupiah.TTS Gramedia

Jakarta Marathon 2014

Siang tadi, saya bersama sahabat saya, Rokhman mengambil racepack Lari Jakarta Marathon 2014. Saya ikut lari kategori 5K. Pelayanan dari Panitia cukup bagus. Banyak petugas yang siap membantu kami. Ah, sayang kaos yang saya pilih kegedean dan tanpa lengan. Tentu saja hal ini membuat saya kurang PeDe memakainya.

Kini saatnya mempersiapkan diri menyambut event yang akan digelar hari Minggu besok. IMG_20141023_123742

One Night Stay in Swiss Belinn Airport Jakarta

Alhamdulillah, malam minggu kemarin saya dan teman saya, Sandy menginap di Hotel Swiss Belinn Airport, Jakarta. Saya mendapatkan kesempatan menginap gratis di hotel ini setelah memenangkan kuis dari twitter @getawaymagz.

Hotel berbintang tiga ini cukup oke. Sayang, nggak ada kolam renang. Kekurangan lain adalah tempat fitness baru dibuka jam 9 pagi. So, kami yang udah rapi jali buat siap-siap fitness dari jam 6 pagi akhirnya batal ngegym. Kekurangan lain: air kran kurang deras mengalir. jadinya pas mandi butuh waktu lama buat membersihkan busa-busa sabun yang menempel cantik di tubuh.

Tapi ya namanya juga gratisan, disyukuri saja ya…. hehehe.

Swiss Belinn Airport

IKEA Indonesia, Featuring Scandinavian modern style furniture and accessories.

Hari Minggu kemarin, saya & Sandy mampir di Mall Baru di kawasan Alam Sutera yang bernama IKEA. Mall ala ala Swedia ini merupakan mall yang menyediakan berbagai macam keperluan dan perabot rumah tangga.

Lokasi mall cukup gampang diakses. Terletak di kawasan Alam Sutera, Tangerang sehingga bisa dijangkau dengan berbagai macam kendaraan.

Dasar orang Indonesia ya, setiap ada tempat yang lagi ngehits, pasti langsung diserbu pengunjung. Tak terkecuali dengan IKEA. Pas kami ke sana kemarin, terlihat antrean mobil yang akan parkir sepanjang antrean jodoh.

IMG_20141019_125714

Nutrilite Run 2014 #Nutriliterun2014 “Raise Your Hand, Fight Global Childhood Malnutrition”

Lomba lari yang saya ikuti kali ini berawal dari kuis yang diadakan oleh twitter @rdindonesia, di mana saya memenangkan hadiah tiket Nutrilite Run. Setelah mendapatkan racepack lari, saya masih galau apakah akan ikut bertanding atau tidak. Penyebab utamanya sih masalah jarak. Lomba ini akan digelar di The Breeze BSD. Wah, lumayan jauh ya dari Matraman, kost saya saat ini.

Hingga kemudian saya posting foto racepack Nutrilite ke akun instagram saya. Niatnya sih buat gaya-gayaan aja. Eh, ternyata dapat komentar dari tante saya bahwa kakak tante saya ikutan acara ini. Nanti mampir ke rumah ya kalau jadi lari.

ooo… dari situ kemudian saya mencari cara gimana biar bisa ikutan. Tante saya pada H-1 ada acara di tempat lain sehingga saya nggak bisa nginap di rumahnya. Ada usaha, pasti ada jalan. Ketika asyik membahas acara ini di kantor, rekan seruangan saya mengusulkan untuk menginap di rumah Mas Indra. Wah…. boleh juga tuh.

H-1 perlombaan, sekitar ba’da asar, saya berangkat ke rumah Mas Indra dengan naik kereta commuterline jurusan Manggarai-Sudimara. Sampai di stasiun sudimara, saya minta dijemput Mas Indra. Kami lantas makan malam di sebuah warung sate khas Solo. Kami makan tongseng dan sate kambing yang cukup nendang rasanya. maknyus….

Sepulang makan, kami pun menuju rumah Mas Indra di kawasan Vila Dago Pamulang. Rumahnya enak dan cukup luas. Mas Indra tinggal sendiri karena masih single. Pantesan saja Mas Indra sering kesiangan. Habis nyaman banget buat tidur dan bermalas-malasan. Plus nggak ada yang mbangunin! hehe….

Pagi hari menjelang subuh saya sudah bangun dan langsung mandi. Selesai mandi, Mas Indra sudah terjaga juga rupanya. Setelah membersihkan badan dan sholat, jam 5 kami berangkat menuju lokasi lomba di The Breeze, BSD City.

Sempat nyasar karena memang baru pertama kali ke daerah ini, namun akhirnya kami sampai di lokasi. Mas Indra hanya mengantar saja tanpa ikut lari. Kami pun berpisah dan say good bye…. Terima kasih, Mas.

Jam menunjukkan pukul 05.45 artinya sebentar lagi akan dimulai start lomba #Nutriliterun2014. Saya menitipkan tas ke tempat penitipan dan segera bergabung dengan para peserta lain. Saat sedang jalan menuju garis start 5K, saya disapa Tante saya. Jadilah kami foto-foto narsis sebelum lari.  Btw, #Nutriliterun2014 dibagi menjadi 3 kategori, yaitu 8 Miles, 5K, dan Fun Run. Setelah cukup puas bernarsis dan berselfie ria, kami berpisah sementara. Saya menuju barisan peserta lomba 5K, sementara tante saya bergabung dengan peserta Fun Run.

Start pertama adalah untuk peserta 8Miles diikuti 5K dan kemudian Fun Run paling belakang. Saat start, jam di HP saya menunjukkan pukul 06.24 WIB.

Saya memulai lari dengan kecepatan cukup tinggi. Terbawa arus! agak ngeri juga nih kalau sampai nafas saya habis di kilometer awal. Benar saja, menjelang kilometer kedua, saya kehausan dan ngos-ngosan. Saya pun mengambil air yang ditawarkan panitia di pinggir jalan. Setelah minum, stamina saya agak baikan dan  saya terus berlari. Kilometer ketiga, lewat. 60%,,,, oh…. capek…. tapi saya tetap bertekad untuk terus berlari….. kilometer 4,,,, lewat. Menjelang garis finish, panitia menyemangati. AYo, salip cewek baju hitam! saya pun berpacu dan berhasil melewati beberapa pelari menjelang garis finish. Jam di HP saya menunjukkan pukul 06.49 saat saya melewati garis finish. alhamdulillah…. ini berarti salah satu catatan waktu terbaik dari beberapa lomba yang saya ikuti.

Saya kemudian jalan-jalan santai di seputar lokasi dan mengikuti beberapa game. Sekitar 1 jam kemudian, tante saya menelpon dan mengajak foto bareng. Puas keliling-keliling, kami pun memutuskan untuk pulang. Tapi sebelumnya kami sempatkan shopping dong, membeli beberapa pakaian olahraga yang cukup murah.

Selesai blanja-blenji celana dan kostum olahraga, dengan mobil tante, kami mampir sarapan sop pak No di Alam Sutra. Sop Ayam endesss. Mantep! Pantesan pembelinya ampe ngantri panjang. Recommended!

Habis sarapan, kami pun pulang ke rumah tante di kawasan graha raya. Di rumah ada adik tante, ranto. Ngobrol-ngobrol, mandi, nonton gosip, dan istirahat sejenak, kami lantas cabut habis zuhur. Tante lagi ada acara di rawamangun, jadinya saya sekalian nebeng pulang. hihi….

IMG_20140928_090826 IMG_20140928_065856