Liburan Bersama Sahabat di Kampung Halaman

Teman datang dan pergi, tetapi teman sejati selalu di hati.

A friend in need is a friend indeed.

Teman kosan saya, Riko menawarkan ide berlibur bersama teman-teman kost pada awal Desember 2014 yang lalu. Ide itu saya tanggapi dengan biasa saja karena saya seperti biasa hanya menjadi pengikut/followers. saya bilang, kamu sama Sandy bikin rencana, ajakin anak-anak yang lain. saya ngikut aja.

Selang beberapa hari, ide itu seperti nggak berkembang, ilang, menguap begitu saja.

Saya yang memang bukan perencana yang baik, akhirnya mengajukan surat cuti ke bos saya. Saya mengajukan cuti untuk tanggal 29 Desember 2014 s.d. 2 Januari 2015. itung-itung, ambil cuti 4 hari bisa dapat libur panjang, 11 hari dari tanggal 25 Desember 2014 sampai 4 Januari 2015. (catatan: tanggal 26 Desember ada cuti bersama setelah natal).

Yes….cuti saya disetujui bos.

Beberapa hari kemudian, saat berkumpul bersama Riko dan Sandy di kost, ide liburan bersama mengemuka kembali. Yaudah….kalau mau, ikut saja ke kampungku, tapi jangan berharap banyak ya…. nikmati apa yang ada.

ehehehe….

Singkat cerita, kami bertiga memesan tiket kereta jurusan Stasiun Pasar Senen – Kutoarjo kelas Bisnis untuk tanggal 30 Desember 2014. (dapat tiket Sawunggalih malam jam 19.00) dan pulangnya tanggal 2 Januari 2014 dengan kereta Malabar kelas Ekonomi jam 23.00 WIB.

Alasan kenapa kami nggak berangkat dari tanggal 25 adalah karena Riko sudah ada acara keluarga dari tanggal 24 s.d. 29 desember 2014 sementara Sandy juga sudah dirindukan kepulangannya oleh sang Ibunda tercinta di Indramayu. Saya? ya, saya harus sabar menantikan kedatangan mereka di Jakarta sampai tanggal 30. ***

Tanggal 30, tanggal yang dinantikan pun tiba.

Kami bertiga berangkat dari kost sekitar jam 5 sore dengan mencharter bajaj seharga 22ribu rupiah setelah melalui tawar-menawar yang sangat ketat.

Jalanan Matraman-Salemba lancar sore itu karena melawan arus. Namun, menjelang Stasiun Senen sangat padat. Bajaj berhenti di pintu masuk Stasiun. Waktu menujukkan pukul 18 kurang. Kami memesan makan di Es Teler 77. Yah, banyak menu yang nggak ada. kecewa ah! Sandy membeli Dunkin Donut yang akan dikasihkan ke Ibu saya. (saya aja nggak kepikiran bawain oleh-oleh buat Ibu). hahaha

Kami pun sholat maghrib di Stasiun dengan memanfaatkan fasilitas rukhsah, jama’ qashar.

***

Buat Riko, ini adlah perjalanan dengan kereta jarak jauh untuk kali pertama. Jam 7 malam, kereta berangkat…..jugijagijug….  Saya bersebelahan dengan mbak-mbak yang sepanjang 3 jam berteleponan cantik dengan pacarnya. untung aja si mbak cuma sampai di Cirebon. coba sampai di Kutoarjo…bisa capek deh..

Jam 3 pagi kereta sampai di Stasiun Kutoarjo.

Sampai di Stasiun, kami ke toilet dan langsung meluncur ke rumahku by ngojek. Hawa terasa sangat dingin menusuk kalbu. eimmm…. rupanya habis hujan.
Sampai di rumah, saya ketok pintu berkali-kali. Ibu saya masih tidur. akhirnya pintu dibukakan.

***

Hari pertama: setelah tidur-tiduran, kami agak bosan, jadinya siangnya kami memutuskan exploring Purworejo. Dari rumah, Ali (adik saya) dan Rouf (teman adik saya) mengantar kami sampai Kemiri. Di Kemiri, kami naik angkot ke Pasar Kutoarjo. Di Pasar, kami makan bakso Pak Mantep. Setelah makan, kami naik angkot jalur A menuju Alun-alun Purworejo. Kami foto-foto di Alun-alun, kemudian sholat Asar di Masjid Agung Purworejo. Selepas sholat, berfoto bersama bedug terbesar dan lanjut muter-muter sekitar Purworejo.

naik bentor ke SMA 1 Purworejo. Pulang mengejar angkot aterakhir dan diturunkan di terminal Purworejo. Nyambung bus menuju Kutoarjo. Sambung ojek ke rumah.

Hari kedua: Exploring Jogja

Berangkat pagi jam 5, kami diantar dengan 2 motor. Saya dan Riko dibonceng Ali. sementara Sandy diboncengin Lik Ri. Kami diantar sampai Stasiun kutoarjo. Dapaat tiket Prameks jam 06.10. Sampai di Stasiun Tugu Jogja, kami sholaht Dhuha dulu.

Keluar dari Stasiun kami cari sarapan di sekitar Malioboro. Pecel. Setelah sarapan, kami naik transjogja menuju Candi Prambanan,.
Sampai di Candi, foto-foto. Sholat Zuhur, kami balik lagi ke kota Jogja naik transjogja yang super antre. kami turun di halte UGM dan kemudian menuju Gudeg Yu Jum.

Pulangnya kami naik Bus siji papat siji, bertemu perempuan bohay seksi yang ketika kami masuk bus langsung bilang, “cucyooook….” kami ketawa sepanjang jalan. Sampai di Stasiun Jogja, tiket habis. kembali lagi ke jalanan, naik siji papat siji….oh, ternyata ketemu lagi dengan mbak cucyoook. emang jodoh! kami naik bus sampai Terminal Ghiwangan.

Hits….

Naik bus ekonomi seharaga 20rb ke Kutoarjo. Riko sempat berdiri, sementara saya dan Sandy dapat duduk.

Sampai di Kutoarjo jam setengah 8. cari bakso, sudah tutup semua. kami makan dulu di pecel lele dekat kali Kutoarjo. Pulangnya, kami naik ojek lagi sampai rumah.

Hari ketiga: Carter mobil

dengan mobil eko, kami berlima (saya, riko, sandy, ali, dan eko) berangkat ke Pantai Glagah sekitar jam setengah 9an.. Sampai di sana jam 10an…. foto-foto di pantai, foto di kebun buah naga, akhirnya makan bakso….kehujanan, cari masjid buat Jumatan.

Sepulang dari Pantai, kami memutuskan ke rumah Mbak saya di Loano. Ya, udah lama juga saya nggak ke tempat kakak saya. Di jalanan, kami melewati kampung mertua eko di daerah Purwodadi. Tak lupa kami mampir beli dawet ireng di pinggir sawah. angin sepoi-sepoi menerpa kami.

Sampai di rumah kakak, kakak saya bilang…ke Borobudur cuma 20 menit. Yes….. kalimat cuma 20 menit itu membangkitkan semangat Riko untuk terus melanjutkan perjalanan. jadilah kami ke borobudur.

Borobudur rupanya jadi perjalanan terakhir kami di kampung halaman sebelum ke kota tujuan selanjutnya: Bandung.

Sampai di Stasiun Bandung jam 11. Telat 5 jam dari jadwal seharusnya jam 6 pagi karena ada kecelakaan kereta di Malang. Pihak KAI sudah menginformasikan kepada kami tentang keterlambatan kereta. sayangnya infornya baru kami dpaat saat sudah tiba di stasiun kutoarjo. jadinya kami malam itu menginap di mushola stasiun. sebagai permintaan maaf, pihak KAI memberikan air mineral dan pop mie kepada kami.

Saat di mushola, eko sms berisi ucapan terima kasih dan mendoakan semoga kami menemukan jodoh masing-masing. Amin…. ya Rabb

glagahborobudur

dalam perjalanan kereta, saya diam-diam menangis…terharu atas sikap dua sahabat saya yang sudah memilih untuk menghabiskan sebagian waktu bersama saya di kampung halaman. ya, terakhir kalinya saya pulang kampung dan didatangi sahabat dari jauh adalah tahun 2009, waktu Farid, Ajar, dan tagara main untuk sekalian kondangan ke nikahan Ahmad. Sudah 6 tahun lalu ya….dan waktu itu nyarter mobil Eko juga.

stasiun selfie

2 thoughts on “Liburan Bersama Sahabat di Kampung Halaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s