Pendakian Gunung Semeru

Pertengahan Mei yang lalu, saya kembali bergabung dengan Open Trip Bang Aang mengikuti pendakian Semeru. Setelah Gunung Guntur dan Prau, ini adalah ketiga kalinya saya bergabung. Jumlah peserta cukup banyak. 28 orang kalau tidak salah. Terbagi menjadi 3 area, Jakarta, Malang, dan Makassar.

Dari Jakarta, kami berangkat hari Rabu, 10 Mei 2017 sekitar Pukul 15.15 WIB menggunakan Kereta api Matarmaja dari Stasiun Pasar Senen. Perjalanan ditempuh dalam waktu sekitar 17 jam. Kami tiba di Stasiun Malang keesokan harinya sekitar jam 8 pagi. Dari stasiun Malang, kami naik angkot carteran yang telah dicarter oleh Panitia Malang (Maya) menuju ke Tumpang.

Di Tumpang kami menunggu jeep di rumah keluarga entahlah siapa namanya. Sambil menunggu, saya sempat membersihkan badan. Mandi ala ala tanpa sabun dan sikat gigi (pakai sikat gigi anak pemilik rumah). Selebihnya, sempat sarapan pecel di warung Ijo.

Sekitar jam 10an kami berangkat menuju Ranupani dengan jeep. Jeep di tengah jalan sempat mogok. Ngeri. Bayangin aja, mogok di kiri kanan jurang.

Sampai di Ranupani, kami harus mengikuti briefing dari Saver (Sahabat Volunteer Semeru). Ya Allah, briefingnya serem banget. Diceritakan gambaran pendakian menuju puncak dengan segala risikonya beserta para korban meninggal/patah tulang. Dari situ, saya agak down sih.

Sekitar jam 4 sore, kami meninggalkan Ranupani menuju Ranukumbolo. Perjalanan ditempuh lebih kurang 5 jam. Hati-hati karena salah sedikit bisa terperosok ke jurang. Jalanan yang gelap memaksa kami harus menyalakan headlamp.

Sampai di Ranukumbolo, kami masih menunggu Panitia yang membawa tenda. Rupanya, Bang Bolot dan Bang Tyong yang membawa tenda belum sampai. Pada akhirnya, setelah tenda berdiri, kami terbagi menjadi 5 tenda. Saya bergabung dengan peserta lain dalam tenda berkapasitas 15 orang.

Udara Ranukumbolo sangat dingin, menembus 6 derajat celcius. Saya merasakan kedinginan yang luar biasa meskipun telah memakai jaket, sarung tangan, sleeping bag, kupluk, dan buff.

Keesokan paginya, tampak kabut menyelimuti danau. Sambil menunggu sarapan, kami sempat foto-foto manja. Sarapan telah disediakan oleh Panitia. Kami pun menyantap sarapan dengan nikmat. Tempe goreng ala Ranukumbolo nan nikmat sebagai persiapan sebelum meneruskan perjalanan ke Kalimati.

Untuk menuju Klaimati, kami membutuhkan waktu hampir 5 jam. Berhenti di setiap pos dan membeli semangka/air minum. Harga sepotong semangka sama di setiap pos, yaitu  2.500. Sementara harga air semakin ke atas semakin mahal. Dari 10 ribu sampai 20 ribu.

View yang dilewati bagus. Ada Tanjakan Cinta yang konon kalau kita memikirkan orang yang kita cintai, dia akan jadi jodoh kita. Ah, saya lupa mikirin siapa waktu itu. Kemudian ada Oro-Oro Ombo yang berisi padang Verbena Brasiliensis Vell yang berwarna ungu. Kita bisa foto-foto cantik nan manja di tengah padang ungu tersebut. Selepas Oro-Oro Ombo, kami disuguhi deretan pohon cemara yang disebut Cemoro Kandang. Pos selanjutnya yaitu Jambangan dan terakhir Kalimati.

Setibanya di Kalimati, saya mencoba tidur untuk mengumpulkan tenaga agar malamnya bisa ikut muncak. Namun, meskipun sudah berusaha memejamkan mata, pikiran melayang-layang, rasa was-was serta khawatir melanda. Sampai jam 10 malam lebih, saya tak bisa tidur. Pada akhirnya, saya memutuskan tidak ikut muncak.Tingkat keyakinan saya merosot drastis.

Keesokan paginya kami mendapat info adanya korban meninggal tertimpa batu setengah badan. Korban kebtulan mendirikan tenda tak jauh dari tenda kami. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Dalam hati saya bersyukur karena memutuskan tidak muncak. Kembali dengan sehat dan selamat dari Semeru itulah yang paling penting buat saya. Alhamdulillah.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s