Ministry of Finance Running Community Gathering 2018

Sabtu, 12 Mei 2018 Tax Court Runners turut menghadiri acara Ministry of Finance Running Community Gathering 2018 yang digagas oleh BA015Runners bertempat di Kawasan Kota tua Jakarta. Ada 10 perwakilan dari Tax Court Runners yang hadir yaitu Fachry, Ridwan, Amin, Sasmito, Iqbal, Penny, Rio, Dhila, Etna, dan saya.
Penny dan Iqbal bergabung dengan grup pace 7, sementara 8 pelari lainnya memilih pace manja, pace 8. Rute lari adalah dari Kota tua menuju Pelabuhan Sunda Kelapa dan kembali lagi ke Kafe Historia.

Acara setelah lari antara lain, sarapan manja, sharing session antar komunitas lari di lingkungan Kementerian Keuangan, pemesanan kaos, serta pembagian doorprize. Di akhir acara, panitia membagikan buff kepada seluruh peserta. Berikut foto-foto keseruan lari kemarin.

 

 

Advertisements

Jogja Marathon

Marathon ke-3 kulalui di kota gudeg, Jogjakarta pekan lalu, 15 April 2018. Menempuh jarak 42,195 km dengan waktu 6 jam 45 menit.

Visit Malaysia

18 s.d. 22 Maret 2018 yang lalu saya jalan-jalan ke Malaysia bersama teman saya, Rokhman Illahi dan juga ibu serta adiknya. Kami mengunjungi tempat-tempat indah seperti Kota Tua Malaka, Genting Highland, Batu Caves, Masjid Jamek, Central Market, Petaling, Alor Street, Bukit Bintang, KL Tower, serta Petronas Twin Towers. Selain itu, kami juga mencoba berbagai makanan khas Malaysia seperti nasi lemak, nasi kandar, dan yang lainnya.

Dari segi transportasi, Malaysia telah selangkah lebih maju dari Jakarta. MRT, LRT, Monorel, KTM, dan bus mereka sudah cukup baik. Tata kota juga sudah bagus. Tak terlalu macet. Selain itu, biaya hidup juga relatif lebih murah daripada Jakarta.

Berikut beberapa foto selama perjalanan singkat saya di Malaysia.

Silakan.

Menang TTS Kompas

Sebuah kejutan mewarnai hari Minggu kemarin. Setelah sekian lama tak bermain-main dengan hobi lama, mengisi TTS, saya akhirnya menang lagi. Seingatku, terakhir menang TTS Kompas adalah tahun 2015. Artinya, sudah hampir 3 tahun berlalu.

Masih terbayang kemenangan TTS pertama, waktu masih kelas 3 SMA, tahun 2003. Senangnya bukan main. Hadiah TTS kala itu masih 100 ribu, sementara sekarang sudah di angka 250 ribu. Untuk menyelesaikan TTS Kompas di zaman itu, saya mengandalkan bantuan Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kamus Indonesia-Inggris, Kamus bahasa Jerman, Kamus bahasa Perancis, dan kamus bahasa asing lainnya, serta ensiklopedia. Semua itu saya dapatkan di perpustakaan sekolah. Kini, di era yang sangat maju, segala sesuatu serba mudah untuk mendapatkan jawaban TTS. Cukup buka google. di sana kita bisa menemukan banyak sekali jawaban atas pertanyaan yang dicari. Bahkan, ada beberapa orang yang sengaja memposting jawaban TTS Kompas lho.

IMG20180218114040

Aksi Bela Palestina

Setelah sekian tahun absen dari kegiatan bertema Peduli Palestina, kemarin Ahad, 17 Desember 2017 saya berkesempatan mengikuti Aksi Bela Palestina di Monas, Jakarta Pusat. Selalu ada getaran yang membuat dada ini sesak tiap kali mengingat Palestina.

Nasyid dari Shoutul Harokah berjudul Palestina tercinta berikut kiranya menghunjam dada.

Untukmu jiwa-jiwa kami, untukmu darah kami

Untukmu jiwa dan darah kami, wahai Al Aqsa tercinta

Kami akan berjuang demi kebangkitan Islam

Kami rela berkorban demi Islam yang mulia

Untukmu Palestina tercinta, kami penuhi panggilanmu

Untukmu Al Aqsa yang mulia, kami kan terus bersamamu

Ya Rabbi, izinkanlah kami berjihad di Palestinamu

Ya Allah, masukkan kami tercatat sebagai syuhadamu.

 

#savePalestine

#saveAlAqsa

#saveAlQuds

 

Semalam di Rangkasbitung

Weekend kemarin saya menghabiskan malam minggu di kota Rangkasbitung, yang merupakan ibukota kabupaten Lebak. Perjalanan menuju Rangkasbitung saya tempuh lebih kurang 2 jam, naik commuterline dari stasiun Tanah abang menuju stasiun Rangkasbitung. Dari stasiun, saya kemudian berjalan kaki menuju alun-alun. Alun-alun menjadi saksi bisu bagi remaja-remaja tanggung menghabiskan malam keramat.

IMG20171007193152

 

Selanjutnya, saya berjalan kaki menuju sisi lain alun-alun, menuju Museum Multatuli dan Perpustakaan Saidjah Adinda. Bangunan megah ini dibangun untuk mengenang jasa Douwes Dekker atau Multatuli, sang penulis Max Havelaar yang juga pernah menjabat sebagai residen Lebak.

Pesta Hoyak Tabuik 2017

Akhir pekan kemarin saya menghabiskan waktu dengan mengunjungi Sumatera Barat. Saya datang ke Kota Pariaman untuk menyaksikan pesta Hoyak Tabuik 2017 yang diselenggarakan sejak tanggal 20 September 2017 s.d. 1 Oktober 2017. Beruntung saya datang saat perayaan puncak pesta Hoyak Tabuk tanggal 1 Oktober 2017 yang digelar di Pantai Gandoriah.

Tabuik merupakan tradisi perayaan Syiah yang mengadopsi perayaan Karbala. Diceritakan bahwa pada tanggal tersebut, cucu Nabi Muhammad SAW, Husein gugur di medan perang Karbala. Terlepas dari semuanya, Pemda Sumbar, dalam hal ini Pemkot Pariaman telah menjadikan Festival Tabuik sebagai agenda rutin tahunan yang dapat mengangkat citra pariwisata Pariaman.

Ribuan pengunjung dari berbagai wilayah datang memenuhi Pantai Gandoriah untuk menyaksikan ajang tahunan tersebut. Sebagian di antaranya merupakan turis mancanegara. Berikut beberapa foto saya selama perjalanan singkat ke Pariaman dan Padang. Alhamdulillah perjalanan lancar dan menyenangkan.

 

 

 

Maybank Bali Marathon 2017

Untuk kedua kalinya, saya mengikuti Maybank Bali Marathon 2017. Sesuai tagline-nya, “New Adventure”, rute kali ini berbeda. Lebih banyak tanjakan, lebih berat, dan lebih menantang. Melintasi 2 kabupaten, yaitu Gianyar dan Klungkung.

Catatan waktu finish saya adalah 6 jam 35 menit. Secara umum, saya berada di peringkat 1507. Alhamdulillah…

 

#7MissionsBNI #DebitOnlineTim

Sabtu, 5 Agustus 2017 yang lalu saya mendapatkan kesempatan mengikuti ajang #7MissionsBNI yang diadakan dalam rangka memperingati ulang tahun ke-71 BNI.

Saya tergabung di Tim Debit Online bersama Arif, Nopri, Prima, Rina, Andi, dan Dian. Kami bertujuh dan 9 tim lainnya diwajibkan menyelesaikan 7 misi dalam waktu sekitar 8 jam. Ketujuh misi tersebut berlokasi di 7 tempat berbeda. Untuk menuju tempat yang saling berjauhan, kami hanya boleh menggunakan trabsportasi bus transjakarta atau kereta commuterline. Untuk itu, panitia menyiapkan tapcash BNI senilai 75ribu dan uang makan siang senilDGbJoyRUwAAiUMM_002ai 75ribu per peserta.

Start di Wisma BNI Jalan Sudirman, kami menuju Pos 1 di Stasiun Sudirman dengan berjalan kaki. Tantangan yang harus dilakukan di Pos 1 adalah berfoto bersama Banner BNI dan kemudian melaporkan kepada Penjaga Pos 1. Setelah itu, Penjaga POs mengajukan pertanyaan berupa tebak nilai mata uang lama.

Dari Pos 1 kami beranjak ke POs 2 di Monas naik bus transjakarta.Tantangan yang harus kami selesaiakn di Ps 2 adalah berfoto bersama3 patung Pahlawan yang ada di Monas. Jarakj antar patung cukup jauh sehingga kami harus berjalan mengelilingi area monas. Sebagai tim pertama yang mencapai arena MOnas, kami diliput oleh  wartawan. Tugas lain yang harus kami selesaikan di Pos 2 adalah menjawab pertanyaan seputar mata uang, nama ikan, dll.

Melaju ke Pos 3, yang berlokasi di Menara Syahbandar Kota Tua. Kembali kami menggunakan transjakarta dan melanjutkan dengan jalan kaki. Sampai di sana, kami diminta mencari letak batu hitam penanda titik nol kilometer Jakarta dan kemudian menyanyikan lagu Nenek Moyangku Orang Pelaut. Setelah itu, kami diminta membuat ucapan ulangtahun BNI yang ke-71 dan gambar logo BNI yang lama versi kapal. Kami menuliskan ucapan dalam beberapa bahasa, Jawa, Sunda, Inggris, Arab, dan Jepang.

Selanjutnya, perjalanan menuju POs 4 kami tempuh dengan kereta commuterline tujuan Jakarta Kota – Cikini. Dari stasiun Cikini, kami berjalan menuju Tugu Proklamasi. Tantangan di POs 4 ini adalah membuat koreografi 71. Kami berpose jongkok, tidur, dan berdiri.

Lantas di Pos 5, yang berlokasi di  Family Mart Blok M. Kami diwajibkan belanja 7 produk dengan total 71 ribu. Lega rasanya ketika kami berhasil menyelesaikan.

Di Pos ke-6, Gelora Bung Karno, kami diwajibkan menjawab pertanyaan seputar ASian Games.

Pos terakhir, BNI PlazaSemanggi. Kami diwajibkan melakukan setor tunai senilai 71 ribu via teller dan melakukan top up tapcash senilai 70ribu. Welldone!

Kembali ke Wisma BNI, kami diajak naik ke rooftop lantai 33 untuk foto di area helipad.Selesai sesi foto, kami kembali ke lantai 25 untuk menikmati dinner dan ramah tamah sekaligus pengumuman pemenang. Tim kami menjadi peringkat 7 dnegan hadiah senilai 2,1 juta atau 300ribu per orang. Alhamdulillah.

Seminggu kemudian, Tim Debit Online kembali bertemu di Pizza Marzano Grand INdonesia untuk reuni. Yeayy. Seru-seruan dan dapat teman baru yang asyik. Selamat ulang tahun, BNI!

 

Pendakian Gunung Semeru

Pertengahan Mei yang lalu, saya kembali bergabung dengan Open Trip Bang Aang mengikuti pendakian Semeru. Setelah Gunung Guntur dan Prau, ini adalah ketiga kalinya saya bergabung. Jumlah peserta cukup banyak. 28 orang kalau tidak salah. Terbagi menjadi 3 area, Jakarta, Malang, dan Makassar.

Dari Jakarta, kami berangkat hari Rabu, 10 Mei 2017 sekitar Pukul 15.15 WIB menggunakan Kereta api Matarmaja dari Stasiun Pasar Senen. Perjalanan ditempuh dalam waktu sekitar 17 jam. Kami tiba di Stasiun Malang keesokan harinya sekitar jam 8 pagi. Dari stasiun Malang, kami naik angkot carteran yang telah dicarter oleh Panitia Malang (Maya) menuju ke Tumpang.

Di Tumpang kami menunggu jeep di rumah keluarga entahlah siapa namanya. Sambil menunggu, saya sempat membersihkan badan. Mandi ala ala tanpa sabun dan sikat gigi (pakai sikat gigi anak pemilik rumah). Selebihnya, sempat sarapan pecel di warung Ijo.

Sekitar jam 10an kami berangkat menuju Ranupani dengan jeep. Jeep di tengah jalan sempat mogok. Ngeri. Bayangin aja, mogok di kiri kanan jurang.

Sampai di Ranupani, kami harus mengikuti briefing dari Saver (Sahabat Volunteer Semeru). Ya Allah, briefingnya serem banget. Diceritakan gambaran pendakian menuju puncak dengan segala risikonya beserta para korban meninggal/patah tulang. Dari situ, saya agak down sih.

Sekitar jam 4 sore, kami meninggalkan Ranupani menuju Ranukumbolo. Perjalanan ditempuh lebih kurang 5 jam. Hati-hati karena salah sedikit bisa terperosok ke jurang. Jalanan yang gelap memaksa kami harus menyalakan headlamp.

Sampai di Ranukumbolo, kami masih menunggu Panitia yang membawa tenda. Rupanya, Bang Bolot dan Bang Tyong yang membawa tenda belum sampai. Pada akhirnya, setelah tenda berdiri, kami terbagi menjadi 5 tenda. Saya bergabung dengan peserta lain dalam tenda berkapasitas 15 orang.

Udara Ranukumbolo sangat dingin, menembus 6 derajat celcius. Saya merasakan kedinginan yang luar biasa meskipun telah memakai jaket, sarung tangan, sleeping bag, kupluk, dan buff.

Keesokan paginya, tampak kabut menyelimuti danau. Sambil menunggu sarapan, kami sempat foto-foto manja. Sarapan telah disediakan oleh Panitia. Kami pun menyantap sarapan dengan nikmat. Tempe goreng ala Ranukumbolo nan nikmat sebagai persiapan sebelum meneruskan perjalanan ke Kalimati.

Untuk menuju Klaimati, kami membutuhkan waktu hampir 5 jam. Berhenti di setiap pos dan membeli semangka/air minum. Harga sepotong semangka sama di setiap pos, yaitu  2.500. Sementara harga air semakin ke atas semakin mahal. Dari 10 ribu sampai 20 ribu.

View yang dilewati bagus. Ada Tanjakan Cinta yang konon kalau kita memikirkan orang yang kita cintai, dia akan jadi jodoh kita. Ah, saya lupa mikirin siapa waktu itu. Kemudian ada Oro-Oro Ombo yang berisi padang Verbena Brasiliensis Vell yang berwarna ungu. Kita bisa foto-foto cantik nan manja di tengah padang ungu tersebut. Selepas Oro-Oro Ombo, kami disuguhi deretan pohon cemara yang disebut Cemoro Kandang. Pos selanjutnya yaitu Jambangan dan terakhir Kalimati.

Setibanya di Kalimati, saya mencoba tidur untuk mengumpulkan tenaga agar malamnya bisa ikut muncak. Namun, meskipun sudah berusaha memejamkan mata, pikiran melayang-layang, rasa was-was serta khawatir melanda. Sampai jam 10 malam lebih, saya tak bisa tidur. Pada akhirnya, saya memutuskan tidak ikut muncak.Tingkat keyakinan saya merosot drastis.

Keesokan paginya kami mendapat info adanya korban meninggal tertimpa batu setengah badan. Korban kebtulan mendirikan tenda tak jauh dari tenda kami. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Dalam hati saya bersyukur karena memutuskan tidak muncak. Kembali dengan sehat dan selamat dari Semeru itulah yang paling penting buat saya. Alhamdulillah.